Kamis, 07 November 2013

Sistem Kemudi

DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar Isi
A. Fungsi Sistem Kemudi ………………………………………. 3
B. Syarat – Syarat Sistem Kemudi ……………………………… 3
C. Tipe Kemudi pada mobil……………………………………... 4
1. Recirculating Ball ………………………………………..4
2. Rack and pinion.………………………………………….5
D. Komponen Sistem Kemudi ……………………………………5
         1. Steering Column………………………………………….5
2. Steering Gear……………………………………………..7
3. Steering Linkage………………………………………….9
4. Power Steering……………………………………………9
E. Roda Kemudi …………………………………………………14















Kata Pengantar


Atas berkat rahmat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya berupa iman dan ilmu. Kami selaku pelajar yang masih memiliki banyak kekurangan telah menyelesaikan Tugas Kliping kami ini. Sehingga menciptakan motivasi bagi kami untuk membuat dan mengembangkan Kliping Kecil kami ini.
Isi daripada Kliping yang saya buat ini mengenai Sistem Kemudi dan seluk beluknya yang materi didalamnya saya ambil dari internet dan buku yang relevan. Kliping kami ini Diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk membentuk salah satu kompetensi yang diinginkan.
Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat.




                                                                                            
Penyusun,



SISTEM KEMUDI




Ø  FUNGSI SISTEM KEMUDI

          Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda
depan. Cara kerjanya bila steering wheel (roda kemudi) diputar, steering coulomn (batang kemudi) akan
meneruskan tenaga putarnya ke steering gear (roda gigi kemudi).
Steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen puntir yang lebih besar
untuk diteruskan ke steering lingkage.
Steering lingkage akan meneruskan gerakan steering gear ke roda-roda depan. Jenis sistem kemudi
pada kendaraan menengah sampai besar yang banyak digunakan adalah model recirculating ball dan pada
kendaraan ringan yang banyak digunakan adalah model rack dan pinion.

Ø  SYARAT – SYARAT SISTEM KEMUDI

Agar sistem kemudi sesuai dengan fungsinya maka harus memenuhi persyaratan seperti berikut :
a) Kelincahannya baik.
b) Usaha pengemudian yang baik.
c) Recovery ( pengembalian ) yang halus.
d) Pemindahan kejutan dari permukaan jalan harus seminimal mungkin.

FUNGSI SISTEM KEMUDI


            Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi atau sering disebut steering gear kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk  menggerakkan roda depan melalui sambungan-

sambungan kemudi (steering linkage).


TIPE KEMUDI PADA KENDARAAN :,

1.    Recirculating Ball
Cara kerjanya : Pada waktu pengemudi memutar roda kemudi, poros utama yang   dihubungkan dengan roda kemudi langsung membelok. Di ujung poros utama kerja dari gigi cacing dam mur pada bak roda gigi kemudi menambah tenaga dan memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju lengan pitman ( pitman arm ).






                Gambar.2. Konstruksi Sistem Kemudi Jenis Recirculating Ball

Lengan-lengan penghubung (linkage), batang penghubung ( relay rod ), tie rod, lengan idler (
idler arm ) dan lengan nakel arm dihubungkan dengan ujung pitman arm. Mereka memindahkan gaya putar dari kemudi ke roda-roda depan dengan memutar ball joint pada lengan bawah ( lower arm ) dan bantalan atas untuk peredam kejut. Jenis ini biasanya digunakan pada mobil penumpang atau komersial.
Keuntungan :
 Komponen gigi kemudi relative besar, bisa digunakan untuk mobil ukuran sedang, mobil
besar dan kendaraan komersial
 Keausan relative kecil dan pemutaran roda kemudi relative ringan
Kerugian :
 Konstruksi rumit karena hubungan antara gigi sector dan gigi pinion tidak langsung
 Biaya perbaikan lebih mahal




2.      Rack and Pinion
Cara kerja :Pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan iniakan menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke lengan nakel pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama.



Kemudi jenis rack and pinion jauh lebih efisien bagi pengemudi untuk mengendalikan roda-roda depan. Pinion yang dihubungkan dengan poros utama kemudi melalui poros intermediate, berkaitan denngan rack.
Keuntungan :
 Konstruksi ringan dan sederhana
 Persinggungan antara gigi pinion dan rack secara langsung
 Pemindahan momen relatif lebih baik, sehingga lebih ringan
Kerugian :
 Bentuk roda gigi kecil, hanya cocok digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil atau
sedang
 Lebih cepat aus
 Bentuk gigi rack lurus, dapat menyebabkan cepatnya keausan
Ø  KOMPONEN SITEM KEMUDI
KOLOM KEMUDI (STEERING COLUMN)  

     


Steering column atau batang kemudi merupakan tempat poros utama. Steering column terdiri dari main shaft yang meneruskan putaran roda kemudi ke steering gear, dan column tube yang mengikat main shaft ke body. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan bergerigi, dan roda kemudi diikatkan ditempat tersebut dengan sebuah mur. Steering column juga merupakan mekanisme penyerap energi yang menyerap gaya dorong dari pengemudi pada saat tabrakan. Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran roda kemudi ke roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan bergigi. Fungsinya adalah untuk menyalurkan putaran steering wheel / roda kemudi kie steerimg gear melalui shaftnya.Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan sebuah mur.




Gb. Konstruksi Steering Column

Steering column juga merupakan mekanisme penyerap energi yang menyerap gaya dorong dari pengemudi pada saat tabrakan.

Ø  DUA TIPE STEERING COLUMN
a. Model Collapsible
     Model ini mempunyai keuntungan : Apabila kendaraan berbenturan / bertabrakan dan
steering gear box mendapat tekanan yang kuat, maka main shaft column atau bracket akan
runtuh sehingga pengemudi terhindar dari bahaya. Kerugiannya adalah : Main shaft nya kurang kuat, sehingga hanya digunakan pada mobil penumpang atau mobil ukuran kecil. Konstruksinya lebih rumit

b. Model Non collapsible

    Model ini mempunyai keuntungan : Main shaftnya lebih kuat sehingga banyak digunakan

pada mobil-mobil besar atau mobil-mobil kecil, Konstruksinya sederhana Kerugiannya adalah Apabila berbenturan dengan keras, kemudinya tidak dapat menyerap goncangan sehingga keselamatan pengemudi relatif kecil.


STEERING GEAR  

      

       Steering Gear berfungsi untuk mengarahkan roda depan dan dalam waktu yang bersamaan
juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan.
Steering gear ada beberapa type dan yang banyak di gunakan adalah type recirculating ball
dan rack and pinion.Berat ringannya kemudi ditentukan oleh besar kecilnya perbandingan steering gear dan umumnya berkisar antara 18 sampai 20:1. Perbandingan steering gear yang semakin besar akanmenyebabkan kemudi semakin ringan akan tetapi jumlah putarannya semakin banyak, untuk sudut belok yang sama.Selain untuk mengarahkan roda depan, steering Gear juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan. Untuk itu diperlukan perbandingan reduksi yang disebut perbandingan Steering Gear, Perbandingan yang semakin besar akan menyebabkan kemudi menjadi semakin ringan, tetapi jumlah putarannya akan bertambah banyak, untuk sudut belok yang sama. Ada beberapa tipe steering gear, tetapi yang banyak digunakan dewasa ini adalah

 
Gb. Steering gear tipe recirculating ball                Gb. Steering Gear tipe rack and pinion





       Janis recirculating ball digunakan  pada mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komercial sedangkan jenis rack dan pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang.sambunbungan-sambungan kemudi (steering linkage)



      Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda·roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage. Babarapa model sambungan·sambungan kemudi  suspensi rigid 



Tipe yang pertama, digunakan pada mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan  mobil komersial. Sedangkan tipe kedua, digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang.
Ada beberapa bentuk steering gear box, diantaranya :

1. Model Worm Dan Sector Roller

Worm gear berkaitan dengan sector roller di
bagian tengahnya. Gesekannya dapat mengubah
sentuhan antara gigi dengan gigi menjadi sentuhan
menggelinding.

2. Model Worm Dan Sector

Pada model ini worm dan sector berkaitan
Langsung

3. Model Screw Pin

Pada model ini pin yang berbentuk tirus bergerak
sepanjang worm gear

4. Model Screw Dan Nut
Model ini di bagian bawah main shaft terdapat ulir dan

sebuah nut terpasang padanya. Pada nut terdapat
bagian yang menonjol dan dipasang kan tuas yang
terpasang pada rumahnya.


5. Model Recirculating Ball

Pada model ini, peluru-peluru terdapat dalam lubanglubang
nut untuk membentuk hubungan yang
menggelinding antara nut dan worm gear.Mempunyai
sifat tahan aus dan tahan goncangan yang baik

6. Model Rack And Pinion

Gerakan putar pinion diubah langsung oleh rack        
menjadi gerakan mendatar. Model rack and pinion
mempunyai konstruksi sederhana, sudut belok yang
tajam dan ringan, tetapi goncangan yang diterima dari
permukaan jalan mudah diteruskan ke roda depan.



STEERING LINKAGE
       Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari steering gear ke roda depan. Walaupun mobil bergerak naik dan turun, gerakan roda kemudi harus diteruskan ke rodaroda depan dengan sangat tepat setiap saat. Ada beberapa tipe steering linkage dan konstruksi joint yang dirancang untuk tujuan tersebut. Bentuk yang tepat sangat mempengaruhi kestabilanpengendaraan.


1. Steering linkage untuk suspensi rigid



             Gambar 9. Steering linkage suspensi rigid

2. Steering linkage untuk suspensi independent



              Gambar 10. Steering Lingkage Tipe Rack And Pinion



SISTEM KEMUDI DAYA ( POWER STEERING)


       Lahirnya sistem kemudi daya ini didasari oleh kekurangan yang didapat pada sistem kemudi
manual dimana rendahnya kemampuan di dalam pengemudian terutama pada perjalanan yang jauh,
dan pada kecepatan rendah sehingga membuat pengemudi cepat lelah. Disamping itu kekakuan pada
kemudi manual turut mempengaruhi pengembangan sistem kemudi kendaraan. Pengembangan
sistem kemudi saat ini sudah menjangkau pada sistem pengontrolan secara otomatis.
Pada umumnya sistem kemudi daya dibagi atas 2 tipe, yaitu :

1) Hydraulic Powersteering (HPS)
       Sistem kemudi ini memiliki sebuah booster hidraulis dibagian tengah mekanisme kemudi agar kemudi menjadi lebih ringan. Dalam keadaan normal beratnya putaran roda kemudi adalah 2-4 kg. Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi usaha pengemudian bila kendaraan bergerak pada putaran rendah dan menyesuaikan pada tingkat tertentu bila kendaraan
bergerak, mulai kecepatan medium sampai kecepatan tinggi. Penggunaan power steering
memberikan keuntungan seperti :
a). Mengurangi daya pengemudian ( steering effort )
b). Kestabilan yang tinggi selama pengemudian



A. Cara Kerja Power Steering :

a. Posisi netral
Minyak dari pompa dialirkan ke katup

pengontrol ( control valve ). Bila katuppengontrol berada pada posisi netral,
semua minyak akan mengalir melalui
katup pengontrol ke saluran pembebas
( relief port )dan kembali ke pompa.
Pada saat ini tidak terbentuk tekanan
dan arena tekanan kedua sisi sama,
torak tidak bergerak.

b. Pada saat membelok
Pada saat poros utama kemudi

(steeringmain shaft) diputar ke salah
satu arah, katup pengontrol juga akan
bergerak menutup salah satu saluran
minyak. Saluran yang lain akan terbuka
dan akan terjadi perubahan volume
aliran minyak dan akhirnya terbentuk
tekanan. Pada kedua sisi torak akan
terjadi perbedaan tekanan dan torak
akan bergerak ke sisi yang bertekanan
rendah sehingga minyak yang berada
dalam ruangan tersebut akan
dikembalikan ke pompa melalui katup
pengontrol.
B. KOMPONEN – KOMPONEN POWERSTEERING

1) Vane Pump
    Vane pump adalah bagian utama dari system power steering berfungsi menghasilkan tekanan tinggi dan debit yang besar. Vane pump juga berfungsi untuk mengatur jumlah aliran fluida yang diperlukan sesuai dengan putaran mesin.
Adapun komponen yang ada dalam vane pump adalah :
a. Reservoir Tank. berfungsi untuk tampungan fluida power steering.
b. Pump Body, adalah rumah dari rotor blade dan pompa digerakan oleh puli poros engkol                                                                                                                                                 mesin dengan drive blet, dan mengalirkan tekanan fluida ke gear housing
c. Flow Control Valve, mengatur volume aliran minyak dari pompa ke gear housing dan menjaga agar volumenya tetap pada rpm pompa yang berubahubah.
                                                                              
                                                                                                         
        Flow Control Valve,                                                                                                           Vane Pump

Tipe Hydraulic Power Steering
     Ada beberapa tipe power steering, tetapi masing-masing mempunyai 3 bagian yang terdiri dari pompa, control valve dan power silinder. Ada dua jenis power steering yaitu :
1) Tipe Integral
Sesuai dengan namanya, control valve dan power piston terletak di dalam gear box. Tipe gear yang dipakai ialah recirculating ball.Diperlihatkan di sini mekanisme sistem power steering tipe integral. Bagian yang utama terdiri dari :
 Tangki reservoir yang berisi fluida
 Vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis
 Gear box yang berisi control valve, power piston dan steering gear
 Pipa-pipa yang mengalirkan fluida
 Selang-selang flexible.








                                                                                 Gambar 12. Power Steering Type Integral
2) Tipe Rack and Pinion
    Control valve power steering tipe ini termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder. Tipe rack and pinion hamper sama dengan mekanisme tipe integral.


 

                                 



Gambar 13. Power Steering Type Rack And Pinion
2) Electric Power Steering (EPS)
    Tujuan dari pengembangan EPS adalah meningkatkan efisiensi kerja kendaraan dengan melakukan perubahan proses kerja power steering. Perubahan ini mengalihkan sistem hidraulis ke elektrik. Power steering yang proses kerjanya dibantu arus listrik ini dapat mereduksi
pemakaian energi kendaraan yang tidak perlu.

A. KOMPONEN UTAMA EPS

Umumnya sistem Electric Power Steering (EPS) menggunakan beberapa perangkat
elektronik yang sama, seperti:
1. Control Module: Sebagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
2. Motor elektrik: Bertugas langsung membantu meringankan perputaran setir.
3. Vehicle Speed Sensor: Terletak di girboks dan bertugas memberitahu control
module tentang kecepatan mobil.
4. Torque Sensor: Berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke control module jika                                                                               setir mulai diputar oleh pengemudi.
5. Clutch: Kopling ini ada di antara motor dan batang setir. Tugasnya untuk menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai kondisi.
6. Noise Suppressor: Bertindak sebagai sensor yang mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak.

7. On-board Diagnostic Display: berupa indikator di panel instrumen yang akan menyala jika ada masalah sengan sistem EPS.


                                          




                                                        Gambar 14 . Konstruksi EPS
B. CARA KERJA

1.    Setelah kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik untuk kondisi     stand-by. Seketika itu pula, indikator EPS pada panel instrumen menyala.
2.      Begitu mesin hidup, maka Noise Suppressor segera menginformasikan pada Control Module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung menghubungkan motor dengan batang setir.
3.    Torque Sensor Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas memberi informasi pada Control Module ketika setir mulai diputar. Dan mengirimkan informasi tentang sejauh apa setir diputar dan seberapa cepat putarannya.
4.    Dengan dua informasi itu, Control Module segera mengirim arus listrik sesuai yang dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan begitu proses memutar setir menjadi ringan.
5.    Vehicle Speed Sensor bertugas menyediakan informasi bagi control module tentang kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai sejak 80 km/jam, motor elektrik akan dinonaktifkan oleh Control Module. Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor listrik hanya sesuai kebutuhan saja.

     Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan informasi dari sensor, Control Module juga mendeteksi jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS pada panel instrument akan menyala berkedip tertentu andai terjadi kerusakan. Selanjutnya ia juga menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas hubungan motor dengan batang setir. Namun karena sistem kemudi yang dilengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja, maka mobil masih dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir akan terasa berat seperti kemudi tanpa power steering.

              Gambar 32, Cara Kerja EPS
C. Macam-Macam EPS

1.      Fully Electric.
      Artinya motor listrik bekerja langsung dalam membantu gerakan kemudi. Baik yang letaknya menempel pada batang kemudi, seperti pada Toyota Yaris dan Vios. Juga yang letaknya menempel pada rack steer seperti Honda Jazz, Suzuki Karimun dan Swift. Bahkan pada generasi awal yang diterapkan Mazda Vantrend lansiran 1995 ataupun Toyota Crown keluaran 2005, di tempatkan pada gearbox steering.

2.      Semi Electric.
     Putaran motor elektrik hanya dimanfaatkan untuk mendorong hidraulis. Ini sebagai pengganti pompa power steering yang menempel di mesin dan diputar oleh sabuk V-belt. Misalnya seperti pada Chevrolet Zafira dan Mercedes Benz A-Class. Perangkat EPS yang digunakan tentunya tidak lagi menempel pada mesin. Namun masih mengandalkan minyak untuk meringankan gerak setir. Biasanya perangkat ini juga masih menggunakan slang tekan dan slang balik dari minyak.Perusahaan yang memproduksi EPS adalah Koyo, NSK, Delphi, Showa, Visteon dan ZF Freidrichshafen AG. Power steering hidraulis membuat mobil lebih boros BBM hingga sekitar 1,07 km/l.








Komponen sistem kemudi lainnya bergantung pada jenis kemudi yang digunakan antara lain :

1.              Steering wheel. Ada beberapa macam roda kemudi ditinjau dari konstruksinya yaitu :


a.       Roda kemudi besar bentuk ini mempunyai keuntungan, yaitu mendapatkan momen yang  besar sehingga pada waktu membelokkan kendaraan , akan terasa ringan dan lebih stabil

b.      Roda kemudi kecil Mempunyai keuntungan tidak memakan tempat dan peka terhadap setiap gerakan yang diberikan pada saat jalan lurus, akan tetapi dibutuhkan tenaga besar untuk membelokkan kendaraan karena mempunyai momen kecil

c.       Roda kemudi ellips model ini dapat mengatasi kedua-duanya karena merupakan gabungan roda kemudi besar dan kecil.  

2.      Steering Main Shaft
Steering main shaft atau Poros Utama Kemudi berfungsi untuk menghubungkan atau sebagai tempat roda kemudi dengan steering gear.



            Gb. Steering Main Shaft

Tidak ada komentar:

Posting Komentar